Post pertama : Kunci Publik GnuPG saya.

March 5th, 2010 Comments off

BrianRKey.asc

Dengan kunci publik ini pesan melalui e-mail dapat dikirim dalam keadaan terenkripsi menggunakan program GnuPG yang gratis dari http://www.gnupg.org/. Anda tinggal copy lalu paste dalam sebuah file text kemudian dapat diimpor ke dalam program GnuPG. Kunci publik ini juga dapat digunakan untuk melakukan verifikasi pesan yang saya kirim yang telah ditandatangani secara digital menggunakan kunci pribadi saya.

(Karena dikhawatirkan setelah ditampilkan kunci tidak dapat dipakai maka post ini hanya menyertakan link ke file saja.)

Categories: Sharing Tags:

Modul Latihan QuantumGIS

November 10th, 2011 Comments off

File data dari GPS Magellan Meridian.

Pelatihan OSGIS with template.odt

File tersebut dapat digunakan sebagai referensi ringkas pengenalan GIS menggunakan  QuantumGIS yang merupakan salah satu FOSS untuk GIS. Tentunya modul tersebut terlalu sedikit dan bagi yang ingin mempelajari GIS lebih lanjut dapat membaca literatur lebih banyak. Situs yang dapat digunakan sebagai acuan http://doc.qgis.org/en/documentation.html.

1. Import Data GPS dan Overlay  dengan Google Layer

Setelah dibingungkan dengan lingkungan baru, akhirnya problem berhasil diselesaikan , bahkan tidak sampai 5 menit selesai. Untuk mendapatkan fasilitas Google Layer maka kita perlu terhubung dengan internet.

- Memasang Plugin Google Layer. Plugin ini dapat ditambahkan melalui menu Plugin > Fetch Python Plugins dan kita menambahkan 3rd Party Repositories. Dari situ kita akan mendapatkan daftar plugin baru yang dapat dipasang. Kita tinggal memilih plugin Google Layer dan install plugin.

- Untuk dapat melakukan overlay dengan Google layer maka project properties perlu diubah menggunakan CRS dari Google Layer. Apabila kita telah mengaktifkan plugin Google Layer maka pada menu Plugin > Google Layer > Settings akan didapatkan CRS yang harus diaplikasikan pada project properties yang sedang kita kerjakan. Untuk mengubah CRS pada project properties dapat menggunakan menu File > Project Properties….

Untuk membuat CRS baru dapat digunakan menu  Custom CRS dari menu Settings pada versi 1.7.1 atau menu Edit pada versi 1.4.0. Kita beri nama Google Projection (atau terserah sesuaka kita) kemudian tambahkan kode seperti pada gambar di atas. Kode bisa dikopi dari bawah ini.

+proj=merc +a=6378137 +b=6378137 +lat_ts=0.0 +lon_0=0.0 +x_0=0.0 +y_0=0 +k=1.0 +units=m +nadgrids=@null +no_defs

Setelah kita memiliki Custom CRS bernama Google Projection maka kita aplikasikan pada Project Properties. Jangan lupa untuk mengaktifkan “Enable ‘on the fly’ CRS transformation”. Dengan menyelesaikan proses ini maka project kita akan memiliki CRS yangs sesuai dengan Google Layer.

- Untuk menambahkan Google Layer maka dapat dilakukan melalui menu Plugin > Google Layer > Google Layer dan apabila kita sudah terhubung dengan internet, secara otomatis plugin akan mendownload area yang sesuai dari Google.

Dan ternyata tangkapan GPS cukup akurat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Konversi Data Teks menjadi Data Shapefile

Setelah kita berhasil melakukan impor peta maka yang perlu diperhatikan bahwa titik2 yang ditampilkan masih dalam format teks. Perlu dilakukan konversi agar menjadi data dengan format GIS baku misalnya Shapefile. Untuk melakukan konversi maka yang perlu kita lakukan adalah menyimpan ulang layer dengan cara mengklik kanan layer data ranupani dan memilih Save As… dan kita bisa menyimpan data ranupani dalam format Shapefile.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kita hanya perlu menentukan di mana data kita akan disimpan. Sebagai informasi format Shapefile tidak hanya terdiri dari satu file tetapi beberapa file dengan ekstensi yang berbeda menyusun data GIS. Setelah kita melakukan proses konversi maka data teks dapat kita hilangkan dari layer dan kita bisa memasukkan data Shapefile hasil konversi ke daftar layer menggunakan menu Layer > Add Vector Layer…..

Untuk menyimpan proyek peta maka kita langsung saja melalui menu File > Save Project dan hasilnya adalah file proyek dengan ekstensi .qgs. Dengan menyimpan proyek maka kita tidak perlu lagi memasukkan komponen peta satu persatu dan melakukan pengaturan dari awal.

3. Mengedit Data Shapefile

Setelah berhasil melakukan konversi data teks menjadi data shapefile maka selanjutnya kita bisa melakukan editing untuk menambahkan informasi atau data baru ke dalam data GIS yang telah kita buat.  Ada dua macam editing data vektor (termasuk shapefile), yaitu :

- melakukan editing komponen vertex dari data vektor. Data vektor yang kita miliki sebenarnya tersusun dari komponen generik yang dinamakan sebagai vertex. Dalam data vektor ini kita dapat melakukan penambahan, penghapusan atau relokasi verteks ini agar sesuai dengan keinginan kita.

Untuk melakukan editing verteks maka kita melakukan klik kanan pada layer yang dikehendaki dan memilih ‘Toggle Editing’. Pada saat mode editing aktif kita dapat melakukan operasi pada verteks data vektor kita.

- melakukan editing komponen attribute table,

Untuk melakukan editing attribute table maka kita perlu menampilkan attribut table dari data vektor yang dikehendaki. Untuk menampilkan attribut table kita klik kanan layer kemudian pilih ‘Open Atribute Table’ dan akan muncul :

Pada jendela Attribute Table dapat kita lihat ada baris dan kolom dari data vektor. Untuk dapat melakukan editing attribute table kita juga perlu mengaktifkan mode editing dengan mengklik tombol Toggle Editing Mode. Dengan mengaktifkan mode editing maka akan aktif beberapa tombol yaitu: Delete Selected Feature, Add New Column, Delete Column dan Open Field Calculator.

Dengan kedua mode editing di atas maka kita bisa mengubah representasi dan isi/atribut dari  data vektor kita.

Categories: Kuliah Tags:

Percobaan posting di lecture ub ac id menggunakan Blogilo blog client

October 23rd, 2011 Comments off

Dengan menggunakan Blog client maka kegiatan blogging menjadi lebih terjaga privasinya karena materi2 yang belum terpublish dapat disimpan secara lokal di hardisk komputer. Apabila kita hendak mempublikasikan dalam blog maka dengan menekan tombol submit maka materi akan dikirim ke blog server.

Dengan fasilitas update maka kita juga bisa melakukan revisi
Kita juga bisa menambahkan gambar, gambar di atas adalh layar konfigurasi situs blog yang kita tambahkan pada Blogilo.
Pada isian Blog/Homepage URL, kita masukkan alamat blog kita seperti nama_user.lecture.ub.ac.id.
Kemudian Username kita isikan username yang kita gunakan untuk login ke situs blog.
dan Password untuk memasukkan password yang kita gunakan. Sekali tersimpan maka kita tidak perlu melakukan seting lagi.
Yang agak tricky mungkin saat mengisikan BlogID, kita bisa mendapatkan BlogID secara otomatis seperti pada lecture.ub.ac.id atau mengintip dari addressbar di browser pada saat kita melakukan seting situs blog kita seperti pada blogspot.com. Untuk api pada lecture.ub.ac.id menggunakan WordPress (dari tampilannya sepertinya semua tahu tampilan khas wordpress).
Happy Blogging.
Categories: Uncategorized Tags:

Protected: Bahan kuliah GIS

June 13th, 2011 Comments off

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Categories: Uncategorized Tags:

Protected: Bahan Latihan GIS praktikum Biokomputasi

May 19th, 2011 Comments off

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Categories: Kuliah Tags:

RStudio antarmuka grafis lain untuk R

April 27th, 2011 Comments off

Setelah mengikuti praktikum pengenalan R, paling tidak telah mengenal antarmuka R baik yang berbasis CLI atau GUI.

Barusan setelah melihat-lihat lagi mengenai perkembangan R saya menemukan antarmuka grafis lain yang bernama RStudio (www.rstudio.org).

Ketika pertama kali membuka program RStudio ini kita akan diberikan jendela yang terbagi 3 yaitu kotak console, satu kotak berisi tab Workspace dan tab History kemudian satu kotak lagi berisi tab Files, tab Plots, tab Packages dan tab Help.

Kotak console berperan sebagaimana layar console yang merupakan antarmuka R berbasis CLI di sini semua perintah R dapat diberikan.

RStudio ini tidak menyediakan menu2 analisis pilihan seperti pada RCommander atau PoorMan’s GUI tetapi dari RStudio ini kita bisa melakukan loading keduanya menggunakan perintah library(Rcmdr) dan library(pmg) seperti biasanya. Yang menjadikan RStudio ini terkesan praktis adalah kita dapat melihat objek2 dalam Workspace kita dan History dalam satu jendela dengan demikian kita bisa mengendalikan objek2 yang terbentuk selama kita bekerja. Untuk plotting grafis RStudio juga akan menampilkan di jendela yang sama dalam kotak yang berbeda.

Banyak sekali fasilitas yang disediakan oleh RStudio seperti yang dapat dibaca di http://www.rstudio.org/docs/ seperti Managing Files, Code completion, Find and Replace, Extract Function, Comment Uncomment, Code Execution dll. Mungkin ada yang kurang dari RStudio ini adalah fasilitas debugging seperti tracing, inspeksi memory, breaking dll.

Menurut saya meskipun penampilannya sangat bagus, dengan fasilitas yang cukup banyak tetapi untuk pemula yang baru mengenal R akan langsung dihadapkan pada console seperti menggunakan R di terminal. Pemula terutama bagi yang terbiasa dengan GUI ala SPSS yang setelah menjalankan program langsung dihadapkan dengan serangkaian menu analisis. Sedangkan di sini seperti menggunakan CLI pengguna pemula harus melakukan eksplorasi melalui sistem help pada R yang menurut saya sangat komprehensif. Untuk mempelajari R bagi pemula seperti saya memang lebih baik menggunakan GUI yang juga menyertakan console karena sangat fleksibel. Contoh seperti pada RCommander telah menyertakan menu2 analisis dasar dan juga jendela script sehingga kita bisa melihat perintah2 dalam R. Tetapi kesan saya RCommander masih terpisah dari console sehingga menjadi tidak sefleksibel console murni. Melalui RStudio ini kita masih bisa menjalankan RCommander atau GUI lainnya dengan keuntungan kita bisa melakukan pemantauan kondisi Workspace kita secara grafis. Untuk melihat kondisi workspace mungkin kita perlu me-refresh kotak panel.

Walaupun dengan beberapa kekurangan tetapi untuk antarmuka grafis yang gratis, RStudio sangatlah baik dan dapat diandalkan untuk digunakan sehari2 dalam analisis atau kegiatan komputasi lainnya walaupun sekarang saya masih dalam tahapan coba2.

Categories: Sharing Tags:

Protected: File yang diperlukan untuk menjalankan R di komputer lama serta file data latihan.

April 14th, 2011 Comments off

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Categories: Kuliah Tags:

Protected: Soal Placement test Bioinformatika

March 15th, 2011 Comments off

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Categories: Kuliah Tags:

Offline Cube Timer

September 29th, 2010 Comments off

Sekedar refreshing, bagi yang main2 sama rubik’s cube bisa menghitung waktu yang diunakan untuk menyelesaikan cube menggunakan program kecil ini.
jnetcube

original source : http://mac.wareseeker.com/Utilities/jnetcube-1.0.zip/3000443

Categories: Sharing Tags:

Protected: Draft-SOP-Lab-Biologi-Komputasi.pdf

September 24th, 2010 Comments off

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Categories: Kuliah Tags:

Percobaan Posting Menggunakan BloGTK2.0

August 4th, 2010 Comments off

BloGTK bawaan repositori Ubuntu 10.04 ternyata tidak dapat dipakai sehingga harus menggunakan patch dari Launchpad dan inilah hasilnya.

Categories: Sharing Tags: