File data dari GPS Magellan Meridian.
Pelatihan OSGIS with template.odt

File tersebut dapat digunakan sebagai referensi ringkas pengenalan GIS menggunakan QuantumGIS yang merupakan salah satu FOSS untuk GIS. Tentunya modul tersebut terlalu sedikit dan bagi yang ingin mempelajari GIS lebih lanjut dapat membaca literatur lebih banyak. Situs yang dapat digunakan sebagai acuan http://doc.qgis.org/en/documentation.html.
1. Import Data GPS dan Overlay dengan Google Layer
Setelah dibingungkan dengan lingkungan baru, akhirnya problem berhasil diselesaikan , bahkan tidak sampai 5 menit selesai. Untuk mendapatkan fasilitas Google Layer maka kita perlu terhubung dengan internet.
- Memasang Plugin Google Layer. Plugin ini dapat ditambahkan melalui menu Plugin > Fetch Python Plugins dan kita menambahkan 3rd Party Repositories. Dari situ kita akan mendapatkan daftar plugin baru yang dapat dipasang. Kita tinggal memilih plugin Google Layer dan install plugin.
- Untuk dapat melakukan overlay dengan Google layer maka project properties perlu diubah menggunakan CRS dari Google Layer. Apabila kita telah mengaktifkan plugin Google Layer maka pada menu Plugin > Google Layer > Settings akan didapatkan CRS yang harus diaplikasikan pada project properties yang sedang kita kerjakan. Untuk mengubah CRS pada project properties dapat menggunakan menu File > Project Properties….

Untuk membuat CRS baru dapat digunakan menu Custom CRS dari menu Settings pada versi 1.7.1 atau menu Edit pada versi 1.4.0. Kita beri nama Google Projection (atau terserah sesuaka kita) kemudian tambahkan kode seperti pada gambar di atas. Kode bisa dikopi dari bawah ini.
+proj=merc +a=6378137 +b=6378137 +lat_ts=0.0 +lon_0=0.0 +x_0=0.0 +y_0=0 +k=1.0 +units=m +nadgrids=@null +no_defs
Setelah kita memiliki Custom CRS bernama Google Projection maka kita aplikasikan pada Project Properties. Jangan lupa untuk mengaktifkan “Enable ‘on the fly’ CRS transformation”. Dengan menyelesaikan proses ini maka project kita akan memiliki CRS yangs sesuai dengan Google Layer.
- Untuk menambahkan Google Layer maka dapat dilakukan melalui menu Plugin > Google Layer > Google Layer dan apabila kita sudah terhubung dengan internet, secara otomatis plugin akan mendownload area yang sesuai dari Google.

Dan ternyata tangkapan GPS cukup akurat.

2. Konversi Data Teks menjadi Data Shapefile
Setelah kita berhasil melakukan impor peta maka yang perlu diperhatikan bahwa titik2 yang ditampilkan masih dalam format teks. Perlu dilakukan konversi agar menjadi data dengan format GIS baku misalnya Shapefile. Untuk melakukan konversi maka yang perlu kita lakukan adalah menyimpan ulang layer dengan cara mengklik kanan layer data ranupani dan memilih Save As… dan kita bisa menyimpan data ranupani dalam format Shapefile.

Kita hanya perlu menentukan di mana data kita akan disimpan. Sebagai informasi format Shapefile tidak hanya terdiri dari satu file tetapi beberapa file dengan ekstensi yang berbeda menyusun data GIS. Setelah kita melakukan proses konversi maka data teks dapat kita hilangkan dari layer dan kita bisa memasukkan data Shapefile hasil konversi ke daftar layer menggunakan menu Layer > Add Vector Layer…..
Untuk menyimpan proyek peta maka kita langsung saja melalui menu File > Save Project dan hasilnya adalah file proyek dengan ekstensi .qgs. Dengan menyimpan proyek maka kita tidak perlu lagi memasukkan komponen peta satu persatu dan melakukan pengaturan dari awal.
3. Mengedit Data Shapefile
Setelah berhasil melakukan konversi data teks menjadi data shapefile maka selanjutnya kita bisa melakukan editing untuk menambahkan informasi atau data baru ke dalam data GIS yang telah kita buat. Ada dua macam editing data vektor (termasuk shapefile), yaitu :
- melakukan editing komponen vertex dari data vektor. Data vektor yang kita miliki sebenarnya tersusun dari komponen generik yang dinamakan sebagai vertex. Dalam data vektor ini kita dapat melakukan penambahan, penghapusan atau relokasi verteks ini agar sesuai dengan keinginan kita.
Untuk melakukan editing verteks maka kita melakukan klik kanan pada layer yang dikehendaki dan memilih ‘Toggle Editing’. Pada saat mode editing aktif kita dapat melakukan operasi pada verteks data vektor kita.
- melakukan editing komponen attribute table,
Untuk melakukan editing attribute table maka kita perlu menampilkan attribut table dari data vektor yang dikehendaki. Untuk menampilkan attribut table kita klik kanan layer kemudian pilih ‘Open Atribute Table’ dan akan muncul :

Pada jendela Attribute Table dapat kita lihat ada baris dan kolom dari data vektor. Untuk dapat melakukan editing attribute table kita juga perlu mengaktifkan mode editing dengan mengklik tombol Toggle Editing Mode. Dengan mengaktifkan mode editing maka akan aktif beberapa tombol yaitu: Delete Selected Feature, Add New Column, Delete Column dan Open Field Calculator.
Dengan kedua mode editing di atas maka kita bisa mengubah representasi dan isi/atribut dari data vektor kita.